Pengawas Madrasah se-Wilker Jember Perkuat Sinergi, PKG-PKKM Didorong Jadi Instrumen Peningkatan Mutu — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 30 September 2026

Pengawas Madrasah se-Wilker Jember Perkuat Sinergi, PKG-PKKM Didorong Jadi Instrumen Peningkatan Mutu

 

Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Pokjawasmad se-Wilayah Kerja Jember, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember tersebut diikuti jajaran Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawasmad) dari Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, Santoso menekankan pentingnya pengawas madrasah menjalankan tugas pokok dan fungsi pengawasan secara profesional, baik terhadap madrasah, kepala madrasah, guru, maupun terhadap dirinya sendiri.

Menurut Santoso, evaluasi diri merupakan bagian penting dari profesionalitas pengawas. Pengawas tidak cukup hanya menemukan hal yang perlu diperbaiki di madrasah, tetapi juga harus terus mengevaluasi kualitas pelaksanaan tugas agar pembinaan dan pendampingan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak.

Santoso juga mendorong pengawas madrasah mengambil peran aktif dalam pembangunan Zona Integritas (ZI). Posisi pengawas yang bersentuhan langsung dengan madrasah dan pendidik harus mampu menghadirkan nilai integritas, profesionalitas, akuntabilitas, dan budaya pelayanan dalam pelaksanaan tugas.

Sementara itu, Koordinator Pokjawasmad Wilker Besuki, Ruli Widayadi, S.Ag., MA., menegaskan bahwa Rakor dan Bimtek tidak semestinya dimaknai sebatas persiapan administratif PKG dan PKKM, melainkan menjadi momentum untuk merefleksikan kualitas pelaksanaan tugas sekaligus meningkatkan mutu madrasah.

Menurut Ruli, penilaian kinerja bukan sarana mencari kesalahan atau sekadar menghasilkan angka dan melengkapi dokumen. Penilaian harus mampu memotret kondisi nyata, menemukan kekuatan, mengidentifikasi kebutuhan, serta merumuskan langkah perbaikan.

Karena itu, pengawas tidak boleh hadir hanya ketika penilaian berlangsung. Pengawas harus menjadi pendamping, pembina, coach, sekaligus mitra berpikir bagi guru dan kepala madrasah. “Pengawas yang baik bukan hanya mampu menilai, tetapi mampu membuat yang dinilai menjadi lebih baik,” ujar Ruli.

 

Ruli juga mengajak pengawas dari lima kabupaten membangun kesamaan persepsi serta menjadikan perbedaan karakteristik dan tantangan daerah sebagai ruang untuk berbagi praktik baik, mendiskusikan persoalan, dan mencari solusi bersama guna mewujudkan madrasah yang bermutu dan terus berkembang.

Usai Rakor, kegiatan dilanjutkan dengan Bimtek yang menghadirkan Ketua Pokjawasmad Kabupaten Jember, Subariyanto, S.Pd., M.Pd.I., sebagai narasumber. Ia membawakan materi bertajuk “PKG Bukan Sekadar Nilai: Transformasi Penilaian Kinerja Guru Madrasah dari Administrasi Menuju Profesionalisme Bermakna (Berbasis Web 2026)”.

Subariyanto mengajak pengawas mengubah paradigma PKG dari pola administratif menuju penilaian yang berorientasi pada pertumbuhan profesional guru. Penilaian diarahkan pada pemetaan kekuatan, dialog, refleksi, rekomendasi, dan perbaikan praktik pembelajaran.

PKG juga diarahkan untuk memotret kinerja guru melalui empat kompetensi, yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Sementara digitalisasi ditempatkan sebagai alat untuk membuat proses penilaian lebih efisien dan terstruktur, bukan sebagai tujuan akhir.

Subariyanto menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam penilaian. Observasi autentik, pertimbangan profesional, dialog, dan pembinaan tetap menjadi tanggung jawab penilai, sedangkan skor harus didasarkan pada bukti kinerja nyata yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil PKG juga tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Penilaian harus ditindaklanjuti menjadi profil kinerja, identifikasi kebutuhan pengembangan, rekomendasi pembinaan, hingga langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaannya pun harus menjaga integritas dengan menghindari orientasi pada skor semata maupun penggunaan data yang tidak didukung bukti.

Melalui Rakor dan Bimtek tersebut, Pokjawasmad se-Wilker Jember diharapkan memiliki kesamaan persepsi dan langkah dalam pelaksanaan PKG dan PKKM. Penilaian kinerja diharapkan menjadi bagian dari siklus pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas guru, kualitas kepemimpinan kepala madrasah, serta mutu pembelajaran di madrasah.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)