Perkuat Kepemimpinan Adaptif, Dua Pejabat Kemenag Jember Ikuti Workshop Strategic Leadership — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 22 Juni 2026

Perkuat Kepemimpinan Adaptif, Dua Pejabat Kemenag Jember Ikuti Workshop Strategic Leadership

 

Jember (Humas) --- Dua Pejabat Pengawas Eselon IV Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember mengikuti Workshop Strategic Leadership yang digelar di Gedung Business and Education Center (BEC) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Senin (22/6/2026).

Keduanya adalah Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kemenag Jember, Faisol Abrari, M.Pd.I., dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Dr. Abdul Basid, M.Pd.I. Mereka mengikuti kegiatan tersebut bersama 18 pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan UIN KHAS Jember.

Workshop yang berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Juni 2026, ini berfokus pada penguatan kemampuan kepemimpinan strategis yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, para peserta dibimbing untuk merumuskan program-program strategis yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola organisasi dan layanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara UIN KHAS Jember, Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama Kementerian Agama RI, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur Kementerian Agama, khususnya dalam menjawab tantangan birokrasi dan kebutuhan layanan publik yang terus berkembang.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., menegaskan bahwa workshop ini tidak dirancang sekadar sebagai agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan melahirkan gagasan, program, dan langkah konkret yang dapat diterapkan di masing-masing unit kerja.

“Kegiatan yang ingin kita lakukan tidak hanya seremonial, tetapi betul-betul berdampak. Setelah kegiatan ini harus ada hasil yang diperoleh oleh lembaga kita, termasuk bagi Kementerian Agama Kabupaten Jember,” ujarnya.

Menurut Nawawi, perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik menuntut aparatur untuk memiliki kemampuan kepemimpinan yang lebih kuat. Aparatur harus mampu menghadirkan layanan yang cepat, cakap, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menambahkan, peserta workshop akan mendapatkan pendampingan dalam meningkatkan kompetensi manajerial sekaligus mengidentifikasi isu-isu strategis yang perlu dijawab melalui program inovatif. Dengan demikian, setiap peserta tidak hanya memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam bentuk rencana aksi yang relevan dengan kebutuhan lembaga.

 

Nawawi juga menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak semata ditentukan oleh kecemerlangan gagasan, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi, kolaborasi, dan kemitraan dengan berbagai pihak.

“Keberhasilan seorang pemimpin lebih banyak ditentukan bagaimana kita bisa berkolaborasi, bermitra, dan berkomunikasi dengan bawahan maupun stakeholder,” katanya.

Nawawi berharap, setelah mengikuti workshop ini, setiap peserta mampu menyusun program strategis dan program unggulan yang tidak hanya berhenti pada rutinitas tahunan, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi organisasi.

“Pasca pelatihan ini, Bapak-Ibu diharapkan memiliki program strategis dan program unggulan yang benar-benar bisa dilaksanakan sesuai dengan unit kerjanya masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN KHAS Jember, Dr. H. Ainur Rafik, M.Ag., dalam arahannya mengajak seluruh peserta untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan almarhum Rektor UIN KHAS Jember, Alm. Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan yang efektif harus dibangun di atas hati yang bersih atau qalbun salim. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjaga nilai keberlanjutan, beradaptasi dengan perubahan, menunjukkan loyalitas, menegakkan integritas, serta memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan memiliki makna dan memberikan manfaat.

“Kita diharapkan memiliki kemampuan untuk selalu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, menjaga loyalitas, integritas, dan memastikan setiap pekerjaan yang kita lakukan memiliki makna serta memberikan dampak,” ungkapnya.

Keikutsertaan pejabat Kantor Kemenag Jember dalam workshop ini menjadi salah satu bentuk komitmen untuk terus memperkuat kualitas kepemimpinan, tata kelola, dan pelayanan publik. Melalui penguatan strategic leadership, Kemenag Jember diharapkan semakin mampu menghadirkan inovasi layanan yang responsif, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)