
Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jember menyambut dengan hangat kunjungan resmi Kantor Kementerian Agama Kota Malang dalam rangka Sharing Session dan Best Practice Pendampingan Tim Zona Integritas (ZI) pada Kamis hingga Jumat, 23–24 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat Jember.
Rombongan Kankemenag Kota Malang yang dipimpin oleh Kepala Kantor, KH. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., bersama tim Zona Integritas tiba di Kankemenag Kabupaten Jember pada Kamis pagi. Kehadiran mereka disambut melalui office tour guna meninjau langsung lingkungan kerja serta tata kelola pelayanan yang diterapkan. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., yang saat ini tengah berproses menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di MAN 1 Jember sebagai lokasi utama. Sesi pleno digelar di Aula Perpustakaan MAN 1 Jember dengan dihadiri oleh Tim ZI dari MTsN dan MAN se-Kabupaten Jember, APRI Kabupaten Jember, serta perwakilan IPARI Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kesediaan Kankemenag Kota Malang untuk berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam pembangunan Zona Integritas. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga dalam mempercepat langkah menuju WBK.
Sementara itu, KH. Achmad Shampton, yang akrab disapa Gus Shampton, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam membangun Zona Integritas. Menurutnya, pembangunan ZI tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan satuan kerja semata, melainkan harus mencerminkan tanggung jawab institusional yang lebih luas.
“Kita tidak sedang membangun reputasi satu kantor. Kita sedang membangun wajah Kementerian Agama di mata masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa satuan kerja dengan cakupan besar seperti Kankemenag Kabupaten Jember menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dan solidaritas yang kuat antar satuan kerja.

“Sebagai sesama Kemenag, kita harus berpikir secara holistik. Saling membantu dan saling menguatkan antar satker bukan sekadar anjuran, melainkan sebuah tanggung jawab,” imbuhnya.
Usai sesi pleno, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session paralel yang dibagi berdasarkan area kerja masing-masing. Terdapat pula sesi khusus bagi para Kepala Madrasah serta sesi inovasi dan agen perubahan. Format ini memberikan ruang diskusi yang lebih mendalam dan kontekstual sesuai dengan tantangan yang dihadapi masing-masing unit kerja.
Kankemenag Kabupaten Jember menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar nyata dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani. Dengan semangat kolaborasi, belajar dari praktik terbaik, serta komitmen penuh seluruh jajaran, Kemenag Jember terus melangkah menjadi institusi keagamaan yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat.