Perkuat Mindset dan Empati, Kemenag Jember Dorong Madrasah Negeri Hadirkan Layanan Pendidikan Unggul — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 12 Februari 2026

Perkuat Mindset dan Empati, Kemenag Jember Dorong Madrasah Negeri Hadirkan Layanan Pendidikan Unggul

Jember (Humas) --- Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember menggelar kegiatan Pembinaan Manajemen Mutu Madrasah Negeri: Menuju Layanan Pendidikan yang Unggul dan Akuntabel pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Perpustakaan MAN 1 Jember dan diikuti oleh kepala dan wakil kepala madrasah negeri se-Kabupaten Jember serta para pengawas madrasah.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Moh. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., serta Ketua Pokjawas Nasional, Drs. Zurni, S.Pd., M.M.Pd. Kehadiran para pimpinan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendorong penguatan mutu madrasah melalui perubahan pola pikir, penguatan empati, serta tumbuhnya rasa memiliki terhadap lembaga.

 

Kepala Kantor Kemenag Jember, Dr. Santoso, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kemenag Jember terus berupaya melakukan berbagai perbaikan, khususnya dalam pembangunan Zona Integritas (ZI). Meski belum berhasil meraih predikat pada tahun ini, ia mengaku bangga karena Jawa Timur berhasil mengantarkan dua satuan kerja menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

 

“Hal ini merupakan prestasi Kanwil yang patut diapresiasi. Kita di Jember juga terus berbenah dan berkomitmen memperkuat budaya kerja yang berintegritas,” ujarnya.

 

Santoso juga menyoroti pentingnya inovasi sebagai salah satu aspek yang masih perlu diperkuat. Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam menghadirkan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Ia turut memuji ikhtiar Kanwil Kemenag Jawa Timur dalam mengawal pembangunan Zona Integritas. Bahkan, berdasarkan penilaian awal tahun ini, Kemenag Jember memperoleh nilai tertinggi se-Jawa Timur. “Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas, sekaligus membantu pembangunan ZI di kabupaten sekitar sebagaimana semangat kolaborasi yang dibangun Kanwil,” tambahnya.

 

Sementara itu, dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, mengajak seluruh peserta untuk melakukan refleksi mendalam terhadap peran dan pengabdian yang telah diberikan.

 

“Kita hidup di dunia ini hanya sebentar. Pertanyaannya, apa manfaat yang sudah kita berikan? Tugas kita sejatinya adalah menghadirkan kemaslahatan bagi orang lain,” tuturnya.

 

Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, ia mengibaratkan manusia sebagai makanan yang dibutuhkan kapan pun dan di mana pun. Artinya, setiap ASN harus mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurutnya diperlukan empati emosional agar tugas tidak sekadar diselesaikan secara administratif, tetapi juga dijalankan dengan kepedulian. Selain itu, empati intelektual juga penting agar setiap pendidik dan tenaga kependidikan mampu menghadirkan perspektif pihak yang dilayani dalam setiap kebijakan dan layanan.

“Ingatlah bahwa yang kita layani adalah pihak yang turut menghidupi kita. Karena itu, sudahkah kita memberikan layanan terbaik? Semua yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi atas capaian satu tahun terakhir, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk tidak terjebak pada rasa lelah maupun perhitungan pribadi dalam bekerja. “Sesungguhnya semua adalah milik Allah. Maka jadilah pelayan yang mampu menjadi cermin dan role model bagi siapa pun,” lanjutnya.

 

Lebih jauh, Sruji Bahtiar menekankan agar ASN menghilangkan prasangka yang dapat merusak empati serta menghindari pola pikir negatif yang berpotensi menjadi “virus” bagi organisasi. Sebaliknya, rasa memiliki terhadap lembaga harus terus dibangun sebagai fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan.

 

Pada kesempatan tersebut, ia juga mendorong optimalisasi gerakan wakaf uang di kalangan ASN Kementerian Agama sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem keumatan.

 

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan madrasah negeri di Kabupaten Jember semakin adaptif terhadap perubahan, mampu menghadirkan inovasi, serta konsisten memberikan layanan pendidikan yang unggul, berintegritas, dan akuntabel. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)