Refleksi dan Inspirasi dalam Bedah Buku “Muhammad Muslim: Intelektual Aktivis, Santri Birokrat” di UIN KHAS Jember — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 17 November 2025

Refleksi dan Inspirasi dalam Bedah Buku “Muhammad Muslim: Intelektual Aktivis, Santri Birokrat” di UIN KHAS Jember

 

Jember (Humas) --- Suasana penuh kehangatan terasa di Aula Perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember pada Jumat (14/11/2025), saat digelar kegiatan Bedah Buku bertajuk “Muhammad Muslim: Intelektual Aktivis, Santri Birokrat.” Kegiatan ini mempertemukan akademisi, tokoh lintas iman, dan sahabat-sahabat Dr. H. Muhammad Muslim, M.HI., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, yang sebelumnya pernah mengabdi di Kemenag Kabupaten Jember.

 

Buku yang dibedah merupakan karya kolektif para rekan sejawat dan sahabat yang menulis perjalanan hidup, pemikiran, dan kiprah Muhammad Muslim dari masa ke masa. Tulisan-tulisan di dalamnya menggambarkan perjalanan seorang santri yang menapaki jalan panjang dalam dunia pendidikan, dakwah, dan birokrasi, dengan tetap menjaga keseimbangan antara nilai keislaman, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

 

Dua tokoh pendidikan turut memberikan pandangan reflektif, yaitu Dr. KH. Mohammad Solahuddin A. Warist Ilyas, pengasuh PP Annuqoyah Sumenep, dan Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., Rektor UIN KHAS Jember, dan. KH. Solahuddin atau yang biasa dipanggil Ra Mamak menilai konsistensi dan tanggung jawab sebagai hal yang menonjol dari perjalanan pengabdian Muhammad Muslim. Beliau berpendapat bahwa sebuah jejak peradaban hanya bisa disebut demikian ketika ada peninggalan materiil. Beliau menilai bahwa hal inilah yang harus terus dilaksanakan oleh Muhammad Muslim dalam setiap langkahnya. Sementara itu, Prof. Hepni mengingatkan pentingnya menjaga semangat pembaruan dalam bekerja dan berkarya, serta tidak terjebak dalam zona nyaman. Ia juga menekankan pentingnya menjalani kehidupan dengan penuh semangat dan makna, sebagaimana yang tergambar dalam sosok Muhammad Muslim.

 

Kegiatan semakin menarik dengan hadirnya tiga narasumber: Ach. Faidy Suja’ie, Pendeta Dani Heryanto, dan Abdul Latief Anwar. Ach. Faidy Suja’ie, salah satu penulis buku, menceritakan bahwa karya ini lahir dari semangat kebersamaan dan rasa ingin berbagi pengalaman. Pendeta Dani Heryanto menyoroti keterbukaan Muhammad Muslim terhadap dialog lintas agama dan upayanya membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman. Sedangkan Abdul Latief Anwar mengisahkan masa muda Muhammad Muslim yang dikenal sederhana, mudah bergaul, suka membantu dan jenaka.

 

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia menilai kegiatan bedah buku seperti ini dapat menjadi sarana berbagi gagasan dan inspirasi, sekaligus memperkuat semangat pengabdian di lingkungan Kementerian Agama.

Secara keseluruhan, Bedah Buku “Muhammad Muslim: Intelektual Aktivis, Santri Birokrat” menjadi ruang refleksi yang mempertemukan pengalaman, nilai, dan gagasan lintas bidang. Melalui kisah dan pandangan yang tersaji, peserta diajak memahami bahwa pengabdian di bidang apa pun membutuhkan ketulusan, keterbukaan, dan semangat untuk terus berjuang demi memberi manfaat yang lebih luas.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)