Makkah (Humas) – Persiapan menjelang keberangkatan jemaah haji menuju Madinah, pekan depan, sudah mulai dilakukan. Setiap kelompok terbang (kloter) menyelenggarakan malam keakraban (makrab) di hotel.
Mulyadi, TPHI (ketua kloter) SUB 56, menjelaskan, makrab yang digelar sebagai bentuk rapat koordinasi bersama jemaah, ketua regu (karu), dan ketua rombongan (karom). Ada beberapa tujuan pembahasan yang dituangkan dalam makrab tersebut. “Untuk menjaga kemabruran haji, juga upaya menggugah jemaah saling membantu dan melengkapi kekurangan masing-masing, terutama yang muda dengan yang lansia,” terangnya.
Setiap kloter secara umum melakukan evaluasi dan monitoring pasca-puncak haji di Arafah dan Mina (Armina). Mulai dari wukuf, lempar jumrah, tawaf ifadah, sai, dan tahalul. Evaluasi tersebut, kata dia, untuk memastikan jemaah telah melaksanakan seluruh ritual tersebut dengan baik.
Makrab yang digelar selama beberapa hari menjadi momentum untuk menguatkan nilai kemabruran haji kepada jemaah. Mulyadi menyebut, juga untuk memantapkan tagline program kloter mewujudkan haji maghfur, makbul, dan mabrur. “Dalam tema besar haji 2023, haji berkeadilan dan ramah lansia,” tuturnya.
Salah satu yang tak kalah penting menjadi perhatian adalah persiapan keberangkatan ke Madinah. Sehari sebelum keberangkatan nanti, jemaah diminta untuk mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan. Perjalanan darat yang ditempuh akan memakan waktu enam sampai tujuh jam menggunakan bus.
Mulyadi mengingatkan agar jemaah tetap tenang saat baru memasuki Kota Madinah. Tidak berambisi cepat-cepat melakukan ibadah. Sebab, adaptasi pada lingkungan baru dengan baik dan cepat. Dikhawatirkan muncul penyakit disorientasi pada jemaah yang muncul ketika ada di tempat yang baru. “Seperti tidak kerasan, lupa ingatan bagi lansia, dan penyakit batuk, flu, radang tenggorokan, serta panas, sehingga menyebabkan jemaah terpisah dari rombongan, salah jalan, lupa dengan hotel yang ditempati (tersesat, Red),” papar Mulyadi.
Rencananya, jemaah akan berada di Madinah selama delapan hari. Dia berharap seluruh jemaah di kloternya bisa melaksanakan ibadah dalam keadaan sehat agar berjalan dengan baik dan lancar. “Apalagi mereka berharap melewati salat berjemaah 40 waktu tanpa putus, yang kita kenal dengan salat Arbain,” jelasnya.
Keberangkatan ke Madinah setiap kloter tidak sama. Kloter 55 pada 15 Juli, kloter 56 dan 57 pada 16 Juli, sedangkan 67 pada 19 Juli. Gus Ahmad Ghonim Jauhari, salah satu TPHD Kabupaten Jember, memaparkan, pihaknya sudah melakukan pengumpulan paspor jemaah. “Sebelum berangkat ke Madinah nanti melaksanakan tawaf wada pada pagi harinya, pada 19 Juli,” kata Ketua KBIHU Assunniyyah Kencong.