
Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan dengan menghadirkan berbagai kegiatan bertajuk Selaras Hangat Lintas Agama — Joyfull Ramadan Indonesia Berdaya melalui program Tebar Harapan Ramadan (THR), Kamis (12/3/2026).
Program yang digelar di Aula Utama Kantor Kemenag Kabupaten Jember ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai rangkaian seremoni Ramadan, tetapi sebagai gerakan nyata yang mendorong peningkatan kualitas ibadah, kepedulian sosial, serta penguatan nilai kebangsaan. Salah satu bentuk konkretnya adalah pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah berupa 356 paket bingkisan kepada para penerima manfaat. Paket tersebut berasal dari 310 bantuan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Jember dan 46 paket dari BAZNAS Kabupaten Jember, UPZ UINKHAS Jember, serta LAZ se-Kabupaten Jember. Selain itu, turut disalurkan zakat fitrah dari ASN Kemenag Jember sebanyak 746 paket kepada para mustahiq.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember, Santoso, menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum terbaik untuk mempererat hubungan umat dengan nilai-nilai ajaran agama.

“Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mendorong umat Islam semakin dekat dengan ajaran agamanya, sehingga nilai-nilai spiritual tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Santoso menjelaskan bahwa Ramadan memiliki dimensi yang luas, meliputi aspek ritual, spiritual, sosial, hingga kebangsaan. Oleh karena itu, ibadah di bulan suci tidak hanya dipahami sebagai aktivitas individual, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.
Ia juga menekankan bahwa konsep Joyful Ramadan menghadirkan suasana ibadah yang menggembirakan, penuh ketenangan, serta menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat.
“Melalui konsep tersebut, Ramadan diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta menghadirkan kegiatan yang edukatif dan solutif bagi masyarakat,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, Kemenag Jember memfokuskan program Ramadan pada tiga bidang utama, yakni penguatan layanan keagamaan, peningkatan literasi keislaman moderat, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.

Pada aspek layanan keagamaan, peran masjid dioptimalkan sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan masyarakat. Kantor Urusan Agama (KUA) difungsikan sebagai pusat pembinaan keluarga sakinah, sementara para penyuluh agama dilibatkan untuk memberikan edukasi keagamaan secara langsung kepada masyarakat.
Selain itu, literasi keislaman diperkuat melalui dakwah yang ramah dan moderat, serta penolakan terhadap penyebaran hoaks dan paham ekstremisme, terutama melalui pemanfaatan berbagai platform digital.
Di sisi lain, pemberdayaan ekonomi umat juga menjadi perhatian melalui kegiatan bazar Ramadan, gerakan berbagi, serta dukungan terhadap pelaku UMKM berbasis masjid. Program ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap Ramadan tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah umat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, ketahanan keluarga, serta memperkokoh harmoni kehidupan berbangsa dan beragama,” pungkas Santoso.