
Jember (Humas) --- Dr. Nur Aliyah, S.Pd., M.Pd. resmi menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember setelah prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat di Aula Perpustakaan Lantai 3 MAN 1 Jember, Kamis (30/4/2026). Jabatan tersebut diserahterimakan dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala MAN 1 Jember, Moh. Nasir, S.Pd., M.Pd.I., yang selama ini mengisi kekosongan kepemimpinan.
Kegiatan sertijab dihadiri dan disaksikan oleh berbagai unsur penting, mulai dari Komite MAN 1 Jember, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan MAN 1 Jember, para kepala madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 01, hingga perwakilan ASN dari MTsN 2 Jember. Turut hadir jajaran pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, di antaranya Kepala Kantor Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., Kepala Subbagian Tata Usaha Faisol Abrari, M.Pd.I., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Moh. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., serta Kepala Seksi Pondok Pesantren Dr. Akhmad Mustain Billah. Hadir pula Kepala Kankemenag Jember periode 2013-2016, Dr. Rosyadi Badar, yang kini menjadi anggota komite madrasah.
Dalam sambutan perdananya, Nur Aliyah menegaskan komitmennya untuk membawa MAN 1 Jember semakin maju melalui tiga prioritas utama, yakni penguatan akhlak, peningkatan prestasi, dan pembangunan kebersamaan. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing.
“Ada tiga hal yang akan kita dorong di MAN 1 Jember: pertama akhlak, kedua prestasi, dan ketiga kebersamaan,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan prinsip kepemimpinan yang sederhana namun sarat makna, yakni menciptakan lingkungan madrasah yang membahagiakan seluruh elemen. “Guru senang, siswa senang, orang tua senang, prestasi gemilang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nur Aliyah menilai bahwa kekuatan utama MAN 1 Jember terletak pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dan memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program strategis yang akan dijalankan ke depan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komite MAN 1 Jember yang juga Rektor Universitas Islam Jember (UIJ), Dr. KH. Abd. Hamid Pujiono, M.Ag., memberikan pesan strategis kepada kepala madrasah yang baru. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan antara nilai-nilai lama yang telah terbukti baik dengan inovasi baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
“Pertahankan nilai-nilai lama yang masih baik, dan rangkul nilai-nilai baru yang lebih baik,” pesannya. Ia juga mendorong agar madrasah terus ditinggikan melalui semangat kebersamaan, penegakan aturan yang transparan, serta penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai pihak eksternal.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa kepemimpinan di MAN 1 Jember memiliki kompleksitas tersendiri. Hal ini mengingat keberadaan tiga program unggulan dalam satu manajemen, yakni MAN Reguler, MAN Program Keagamaan (MAN-PK), serta MAN Berbasis Industri dan Kreativitas (MAN BIC).

“Menjadi Kepala MAN 1 Jember itu sama seperti menjadi kepala tiga madrasah sekaligus,” tegasnya. Ia pun meminta agar kepala madrasah yang baru dapat bergerak cepat dalam menuntaskan berbagai program yang belum selesai, sekaligus melanjutkan dan meningkatkan tradisi prestasi yang selama ini telah diraih.
Santoso juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai keikhlasan dalam bekerja. Ia mengajak seluruh ASN untuk memaknai tugas dan tanggung jawab sebagai bentuk amal jariyah yang bernilai ibadah, bukan sekadar rutinitas administratif.
Prosesi sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan serta penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan. Momentum ini menjadi awal baru bagi kepemimpinan Nur Aliyah dalam mengemban amanah memajukan MAN 1 Jember.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat mutu layanan pendidikan, meningkatkan capaian prestasi, serta mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia di Kabupaten Jember.