Sinergikan Kampus dan Madrasah, Pascasarjana UIN KHAS Jember Gelar Peningkatan Mutu Kelembagaan — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 21 Juli 2026

Sinergikan Kampus dan Madrasah, Pascasarjana UIN KHAS Jember Gelar Peningkatan Mutu Kelembagaan

 

Banyuwangi (Humas) --- Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Kegiatan Peningkatan Mutu Kelembagaan bertajuk “Kampus Kuat, Madrasah Hebat” di Hotel Kalibaru Cottage, Kalibaru, Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 20–22 Juli 2026 tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi akademik antara perguruan tinggi dan madrasah.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan kesiapan madrasah dalam menghadapi perkembangan kebijakan akreditasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lembaga pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing secara berkelanjutan.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas unsur pimpinan Pascasarjana UIN KHAS Jember, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, serta para kepala madrasah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 kepala Madrasah Aliyah negeri dan swasta turut hadir sebagai peserta aktif. Keterlibatan para kepala madrasah menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penguatan internal perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang temu nyata antara kampus dan madrasah sebagai mitra strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Kehadiran para kepala madrasah juga membuka ruang untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, memetakan kebutuhan kelembagaan, serta menyusun program pendampingan yang relevan dengan kondisi masing-masing madrasah.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd. Kehadirannya menegaskan dukungan penuh Kemenag Jember terhadap penguatan mutu kelembagaan madrasah melalui pendampingan akademik dan kemitraan bersama Pascasarjana UIN KHAS Jember.

Hadir pula Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., serta Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. H. Nawawi, M.Fil.I.

Keterlibatan unsur pimpinan perguruan tinggi dan Kementerian Agama tersebut menegaskan bahwa peningkatan mutu madrasah menjadi perhatian bersama. Madrasah memiliki posisi strategis dalam ekosistem pendidikan Islam sehingga mutu tata kelola, proses pembelajaran, layanan pendidikan, dan kelembagaannya perlu terus dikawal serta dikembangkan secara berkelanjutan.

Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut digagas sebagai bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral Pascasarjana terhadap kemajuan madrasah, khususnya dalam menghadapi kebijakan akreditasi yang terus berkembang.

Menurutnya, Pascasarjana UIN KHAS Jember tidak ingin hanya berperan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menjalankan kegiatan akademik di lingkungan kampus. Pascasarjana harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lembaga pendidikan, termasuk melalui pendampingan terhadap madrasah-madrasah di tingkat akar rumput.

Prof. Mashudi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni selama tiga hari. Kolaborasi yang telah dibangun perlu dilanjutkan melalui program nyata, seperti magang mahasiswa, pendampingan akademik, penelitian bersama, penguatan sumber daya manusia, serta berbagai program pengembangan kelembagaan di madrasah.

Melalui pola tersebut, hubungan antara kampus dan madrasah diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang berkesinambungan, saling menguatkan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan Islam.

Kegiatan secara resmi dibuka pada Senin sore, 20 Juli 2026, oleh Pelaksana Tugas Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., yang menyampaikan sambutan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Dalam sambutannya, Prof. Sahiron memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan “Kampus Kuat, Madrasah Hebat”. Kegiatan tersebut dinilai sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata Pascasarjana UIN KHAS Jember dalam mendukung peningkatan mutu madrasah di lingkungan Kementerian Agama.

 

Ia menekankan bahwa penguatan mutu kelembagaan madrasah tidak dapat dijalankan secara sendiri-sendiri. Madrasah membutuhkan dukungan akademik, kajian, pendampingan, dan penguatan kapasitas dari perguruan tinggi. Dalam konteks tersebut, Pascasarjana diharapkan terus hadir sebagai mitra strategis bagi madrasah, khususnya dalam menghadapi tantangan akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM), Phonny Aditiawan Mulyana, S.E., M.M., sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, peserta memperoleh penguatan mengenai kebijakan akreditasi serta paradigma Instrumen Akreditasi (IA) 2024. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi kepala madrasah untuk memahami perubahan orientasi akreditasi, area kinerja yang dinilai, indikator, rubrik penilaian, serta berbagai bukti pendukung yang diperlukan dalam proses akreditasi.

Pemahaman terhadap instrumen terbaru menjadi penting karena akreditasi tidak lagi semata-mata berorientasi pada kelengkapan administrasi. Akreditasi diarahkan untuk melihat kinerja nyata lembaga, kualitas proses pembelajaran, kepemimpinan kepala madrasah, iklim lingkungan belajar, serta dampak layanan pendidikan terhadap perkembangan peserta didik.

Selama tiga hari, peserta mengikuti serangkaian sesi yang disusun secara sistematis. Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan kebijakan akreditasi dan paradigma IA 2024, dilanjutkan dengan pendalaman area kinerja, indikator, serta rubrik penilaian yang digunakan dalam proses akreditasi.

Peserta juga mengikuti sesi berbagi praktik baik atau best practice dari madrasah unggul dalam membangun budaya mutu. Melalui sesi tersebut, peserta dapat mempelajari strategi pengelolaan lembaga, penguatan kepemimpinan, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, serta pelibatan warga madrasah dalam mewujudkan perubahan yang berkelanjutan.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga dibekali keterampilan teknis berupa metode observasi, wawancara, dan telaah dokumen sesuai standar IA 2024. Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan melalui simulasi analisis kinerja madrasah agar peserta mampu mengenali kekuatan, kelemahan, peluang perbaikan, dan kebutuhan pengembangan di lembaga masing-masing.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, para peserta bersama tim Pascasarjana UIN KHAS Jember menyusun rencana magang dan pendampingan mahasiswa di madrasah. Rencana tersebut dipresentasikan oleh setiap kelompok untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan.

Program magang dan pendampingan diharapkan menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa Pascasarjana sekaligus memberikan manfaat langsung bagi madrasah. Mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan akademiknya, sedangkan madrasah memperoleh dukungan dalam melakukan pemetaan mutu, pengembangan program, penguatan administrasi, serta penyusunan strategi peningkatan kualitas kelembagaan.

Komitmen kemitraan antara Pascasarjana UIN KHAS Jember dan madrasah peserta turut diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama. Langkah tersebut menjadi fondasi untuk membangun kolaborasi yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan penyusunan rekomendasi tindak lanjut. Rekomendasi tersebut akan menjadi landasan dalam pelaksanaan program pendampingan mutu, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan jejaring kerja sama antara Pascasarjana, Kementerian Agama, dan madrasah.

Melalui kegiatan “Kampus Kuat, Madrasah Hebat”, Pascasarjana UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran dalam mendampingi madrasah-madrasah di Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan madrasah diharapkan menjadi model kemitraan pendidikan yang berkelanjutan. Tidak hanya untuk meningkatkan hasil akreditasi, tetapi juga untuk menumbuhkan budaya mutu, memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membangun daya saing pendidikan Islam secara menyeluruh.

Dengan kampus yang kuat dan madrasah yang hebat, sinergi akademik tersebut diharapkan mampu melahirkan lembaga pendidikan Islam yang semakin berkualitas, adaptif terhadap perubahan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)