Toleransi Bukan Sekadar Teori, Dua Sekolah di Jember Buktikan Lewat Aksi Nyata — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 26 Oktober 2026

Toleransi Bukan Sekadar Teori, Dua Sekolah di Jember Buktikan Lewat Aksi Nyata

 

Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) melaksanakan visitasi Sekolah Moderasi Beragama di dua satuan pendidikan, yakni Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan dan SDN Jember Lor 01, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Visitasi tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan moderasi beragama pada satuan pendidikan umum sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, harmonis, dan menjunjung tinggi keberagaman.

Kegiatan diikuti Kepala Seksi PAIS Kemenag Jember, Edy Sucipto, M.Pd., Ketua Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pokjawas PAI) Kabupaten Jember, Badrus Soleh, S.Ag., perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Bidang Pembinaan SD, Pengawas PAI Kecamatan Patrang, serta kepala sekolah, guru PAI, guru PPKn, perwakilan komite sekolah, dan peserta didik dari kedua lembaga.

Visitasi diawali di Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan pada pukul 08.00 WIB. Dalam pemaparannya, kepala sekolah menjelaskan sejumlah praktik baik penguatan moderasi beragama yang telah menjadi bagian dari budaya sekolah.

Sebagai sekolah dengan peserta didik dari beragam latar belakang agama dan budaya, Rukun Harapan membiasakan doa bersama sesuai keyakinan masing-masing, mengembangkan pembelajaran bahasa Mandarin, Inggris, dan Indonesia sebagai jembatan komunikasi lintas budaya, serta melaksanakan program Jumat Bersih dan Jumat Toleransi.

Tim visitasi melakukan observasi terhadap proses pembelajaran, sarana ibadah, serta berdialog langsung dengan guru dan peserta didik. Dari hasil pengamatan, terlihat adanya interaksi positif dan sikap saling menghormati di antara warga sekolah meskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda.

Kegiatan kemudian berlanjut ke SDN Jember Lor 01 pada pukul 10.30 WIB. Sekolah ini turut menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya moderasi beragama melalui sejumlah program unggulan.

Di antaranya, penyediaan Pojok Moderasi Beragama di perpustakaan, kegiatan ekstrakurikuler Seni Hadrah dan Paduan Suara Rohani, pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) tanpa membedakan latar belakang agama, serta penguatan karakter melalui Kantin Kejujuran dan Jumat Sedekah.

Berbagai program tersebut menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik agar terbiasa hidup berdampingan, menghargai perbedaan, serta mengedepankan nilai kejujuran dan kepedulian sosial.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS Kemenag Jember, Edy Sucipto menyampaikan apresiasi atas komitmen kedua sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam kegiatan pembelajaran maupun pembiasaan sehari-hari.

Menurutnya, praktik yang dikembangkan kedua sekolah telah mencerminkan empat indikator utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi lokal.

 

Penguatan nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu menghargai perbedaan, menolak kekerasan, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Sementara itu, Ketua Pokjawas PAI Kabupaten Jember, Badus Soleh menekankan pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai agen penggerak moderasi beragama di sekolah umum.

Guru PAI diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar materi keagamaan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun sikap terbuka, menghargai keberagaman, dan menanamkan akhlak moderat kepada peserta didik.

Dukungan juga disampaikan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Kedua sekolah tersebut direncanakan menjadi sekolah percontohan moderasi beragama di tingkat kabupaten sehingga praktik baik yang telah dikembangkan dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lainnya.

Berdasarkan hasil visitasi, Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan dan SDN Jember Lor 01 memperoleh penilaian dengan kategori Sangat Baik dalam penerapan indikator Sekolah Moderasi Beragama.

Penilaian tersebut didukung oleh tersedianya sarana pembelajaran yang memadai, pelaksanaan program pembiasaan toleransi, serta terbangunnya hubungan harmonis antara guru, peserta didik, dan orang tua dari berbagai latar belakang agama.

Meski demikian, tim visitasi juga memberikan catatan perlunya penguatan dokumentasi dan publikasi kegiatan moderasi beragama melalui media informasi sekolah agar praktik baik yang telah berjalan dapat dikenal lebih luas dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya.

Ke depan, kedua sekolah diharapkan dapat dikembangkan sebagai Sekolah Penggerak Moderasi Beragama di Kabupaten Jember sekaligus menjadi lokasi studi tiru bagi sekolah lain.

Selain itu, kolaborasi antara Kemenag Jember, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, dan Pokjawas PAI akan terus didorong melalui pembinaan dan pemantauan secara berkelanjutan.

Pembentukan Duta Moderasi Beragama dari kalangan peserta didik juga menjadi salah satu gagasan pengembangan program. Melalui keterlibatan aktif siswa, nilai toleransi, persaudaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman diharapkan dapat tumbuh dari lingkungan sekolah hingga masyarakat.

Melalui kegiatan visitasi ini, Kemenag Jember menegaskan komitmennya untuk menjadikan moderasi beragama bukan sekadar program seremonial, melainkan budaya yang melekat dalam kehidupan sekolah.

Dengan demikian, satuan pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang religius, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan toleran dalam menyikapi keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)