Buka Workshop KBC, Kakankemenag Jember Tekankan Integritas dan Peran Guru di Era Digital — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 07 Juli 2026

Buka Workshop KBC, Kakankemenag Jember Tekankan Integritas dan Peran Guru di Era Digital

 

Jember (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menegaskan pentingnya prinsip integritas dalam menjalankan tugas keseharian aparatur. Hal itu disampaikan saat membuka Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTsN 6 Jember, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh MTsN 6 Jember bersama MTsN 11 Jember sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Workshop ini menghadirkan Dr. Makmun Hidayat, M.Pd., Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, sebagai narasumber. Para peserta yang terdiri dari guru MTsN 6 Jember dan MTsN 11 Jember mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari penguatan kompetensi pendidik di lingkungan madrasah.

Dalam sambutannya, Santoso menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas (ZI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember saat ini tengah memasuki tahapan penting, yakni penilaian oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian PANRB. Karena itu, ia mengajak seluruh unsur di lingkungan Kemenag Jember, termasuk madrasah, untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas.

“Integritas harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar syarat administratif. Setiap tugas yang kita jalankan harus mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik,” ujar Santoso.

Menurutnya, keberhasilan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen atau eviden, tetapi juga oleh konsistensi perilaku seluruh aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari. Madrasah, sebagai bagian penting dari Kementerian Agama, memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya integritas tersebut.

Santoso juga menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak boleh dipahami sebagai agenda sesaat, melainkan sebagai gerakan bersama untuk membangun tata kelola yang lebih baik. Ia berharap para guru mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pelayanan yang tulus kepada peserta didik maupun masyarakat.

 

Terkait materi workshop, Santoso menilai Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, guru dituntut tidak hanya mampu menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik.

Menurutnya, teknologi memang dapat mempermudah akses informasi dan mempercepat proses pembelajaran. Namun, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru sebagai pembimbing, pendidik, sekaligus teladan bagi peserta didik.

“Teknologi bisa membantu mencerdaskan anak-anak kita, tetapi karakter tidak cukup dibentuk oleh perangkat digital. Di sinilah peran guru tidak tergantikan, yaitu menjadi teladan, membimbing dengan hati, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan semangat madrasah dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan kuat secara sosial. Pendidikan, menurutnya, harus mampu menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengasah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, dan akhlak mulia.

Melalui workshop ini, MTsN 6 Jember dan MTsN 11 Jember diharapkan mampu mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam praktik pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga penggerak perubahan yang mampu melahirkan peserta didik berkarakter, berdaya saing, dan berintegritas.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen madrasah dalam mendukung pembangunan Zona Integritas Kementerian Agama Kabupaten Jember menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. Semangat integritas, pelayanan, dan pendidikan berbasis cinta diharapkan terus tumbuh menjadi budaya bersama di lingkungan madrasah.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)