
Jember (Humas Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa transformasi pendidikan madrasah harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam proses pembelajaran di kelas. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Workshop Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan Ekoteologi yang diikuti seluruh guru MAN 1 Jember di Aula Lantai 3 Perpustakaan MAN 1 Jember, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 16.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan madrasah. Melalui workshop ini, para guru dibekali pemahaman sekaligus keterampilan praktis untuk mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Ekoteologi ke dalam proses pembelajaran.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Jember, Dr. Nur Aliyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa guru dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pendidikan dan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter serta kesadaran sosial peserta didik.
"Pembelajaran yang baik bukan hanya membuat siswa memahami materi, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama. Karena itu, guru harus terus belajar dan berinovasi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan sebuah pelatihan tidak diukur dari terlaksananya kegiatan semata, melainkan dari sejauh mana hasil pelatihan tersebut diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.
"Ikuti workshop ini dengan sungguh-sungguh. Selesaikan setiap tugas yang diberikan, pahami materinya dengan baik, lalu implementasikan dalam pembelajaran di kelas. Transformasi pendidikan dimulai dari guru yang mau belajar, berubah, dan menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didiknya," pesannya.

Workshop menghadirkan Dr. Makmun Hidayat, M.Pd., Widyaiswara Ahli Madya Balai Diklat Keagamaan Surabaya, sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan meliputi konsep pembelajaran mendalam, integrasi nilai-nilai cinta dalam pembelajaran, penguatan kesadaran ekologis, model pembelajaran inovatif, asesmen, hingga penyusunan perencanaan pembelajaran yang aplikatif.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, para peserta juga terlibat aktif dalam praktik penyusunan modul ajar terintegrasi. Setiap guru diminta menyusun modul ajar secara langsung, kemudian mempresentasikannya di hadapan peserta lain untuk mendapatkan masukan dan penguatan dari narasumber. Suasana workshop semakin hidup dengan sesi kuis interaktif berbasis Kahoot yang memantik semangat kompetitif para peserta.
Dari seluruh presentasi yang ditampilkan, tiga kelompok terbaik berasal dari mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Indonesia — dinilai berhasil menampilkan rancangan pembelajaran yang sistematis, inovatif, dan mampu mengintegrasikan nilai karakter, cinta, serta kepedulian lingkungan secara efektif.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Jember berharap lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu memperkuat kualitas pendidikan madrasah. Guru madrasah diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga inspirator yang mampu membimbing peserta didik menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Kontributor: Tim Humas MAN 1 Jember | Editor: Humas Kankemenag Kabupaten Jember