MTsN 4 Jember Mantapkan Langkah Menuju Madrasah Ramah Anak — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 09 September 2025

MTsN 4 Jember Mantapkan Langkah Menuju Madrasah Ramah Anak

 

Jember (Humas) --- Setelah dua bulan menjalani pendampingan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) oleh BKKBN Jember, MTsN 4 Jember kembali melangkah maju dengan mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu Madrasah Ramah Anak (MRA) di Kabupaten Jember. Penunjukan ini dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas madrasah.

 

Program Madrasah Ramah Anak bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bersih, sehat, peduli lingkungan, inklusif, serta nyaman bagi perkembangan peserta didik. Selain itu, madrasah juga berkomitmen melindungi anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, sekaligus mendorong terwujudnya pembelajaran berbasis permainan, kolaboratif, menghargai keberagaman, serta melibatkan anak dalam pengambilan keputusan dengan menekankan empati dan kepedulian sosial.

 

 

Sebagai langkah awal, pada Senin (8/9/2025), MTsN 4 Jember menggelar sosialisasi program MRA yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Sosialisasi ini dipandu oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Jember, serta turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember, M. Nur Huda, S.Ag., M.Pd.I.

 

Dalam kesempatan tersebut, Nur Huda menegaskan bahwa MRA merupakan tindak lanjut strategis untuk meningkatkan kualitas madrasah. “Di Jember hanya ada dua madrasah yang ditunjuk sebagai Madrasah Ramah Anak, dan salah satunya adalah MTsN 4 Jember. Karena itu, saya berharap program ini berjalan sukses dan dapat menjadi contoh bagi madrasah lain,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak DPPPAKB Jember, Joko Sutrisno, M.Si, yang menjadi narasumber, memaparkan prinsip dasar perlindungan anak yang mencakup hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Ia menekankan pentingnya perubahan paradigma di kalangan guru agar tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang tua sekaligus sahabat bagi siswa. “Yang paling sulit biasanya menjadi teman bagi anak. Namun, kedekatan inilah yang akan membangun rasa percaya antara guru dan siswa,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Joko menyoroti keterlibatan seluruh elemen madrasah, mulai dari siswa, orang tua, guru, komite, hingga petugas kebersihan dan satpam dalam membangun budaya ramah anak. Ia juga menekankan perlunya kebijakan, sarana prasarana, hingga proses pembelajaran yang melibatkan semua elemen tersebut dan sesuai dengan prinsip perlindungan anak.

 

 

Kepala MTsN 4 Jember, Fatimatuz Zuhro, S.Pd, M.Pd, dalam sesi wawancara menuturkan bahwa kondisi sosial siswa di madrasahnya cukup beragam. “Sebagian siswa kami berasal dari keluarga broken home atau dititipkan kepada kakek-neneknya karena orang tua bekerja di luar negeri atau membentuk keluarga baru. Kondisi ini sering membuat anak kurang percaya diri dan prestasinya menurun. Dengan adanya program MRA, kami berharap siswa memiliki wadah untuk menyampaikan masalah mereka dan mendapatkan perlindungan yang layak,” jelasnya.

 

Zuhro juga menyampaikan bahwa madrasah telah mengambil langkah konkret dengan membentuk tim khusus yang berfokus pada proram, menjalin kerja sama dengan kepolisian terkait kenakalan remaja, puskesmas untuk isu kesehatan anak, serta KUA dalam upaya pencegahan pernikahan dini. “Kerja sama ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga para orang tua agar memahami kewajiban mereka dalam melindungi dan memenuhi hak anak,” tambahnya.

 

Ia menegaskan, meski masih ada guru yang menerapkan pola hubungan kaku dengan siswa, sebagian besar sudah berusaha menjadi tempat curhat dan pendamping bagi anak-anak. “Kami akan terus berupaya agar seluruh guru dapat mendekatkan diri dengan siswa, sehingga madrasah benar-benar menjadi rumah kedua yang ramah bagi anak,” pungkasnya.

 

Dengan berbagai langkah ini, MTsN 4 Jember mantap melangkah menjadi salah satu pionir Madrasah Ramah Anak di Jember, sekaligus melanjutkan jejak prestasinya setelah menjalankan program Sekolah Siaga Kependudukan.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)