PP At-Tanwir Terima Bantuan Sarpras Kopi dari BI Jember — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 03 Desember 2025

PP At-Tanwir Terima Bantuan Sarpras Kopi dari BI Jember

 

Jember (Humas) --- Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren kembali diwujudkan melalui serah terima Bantuan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Produksi Kopi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Jember kepada Pondok Pesantren At-Tanwir Ledokombo. Kegiatan yang digelar pada Rabu (3/12/2025) di Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP), serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember. Bantuan senilai lebih dari 100 juta rupiah ini merupakan bagian dari program BI dalam memperkuat UMKM klaster strategis dan mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, khususnya melalui penguatan unit usaha kopi di lingkungan pesantren.

 

Pengasuh Pondok Pesantren At-Tanwir, KH. Muhammad Zainul Wasik, menyampaikan rasa syukur dan harapan agar pertemuan dengan berbagai pihak ini membawa keberkahan. Beliau menegaskan komitmen pesantren untuk terus menjadi lembaga yang mandiri secara ekonomi, serta menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia atas dukungan berupa alat produksi kopi yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas unit usaha pesantren.

 

Apresiasi yang sama disampaikan oleh Kepala Dinas TPHP Jember, Mochamad Sigit, M.P., yang menegaskan bahwa sinergi antara BI dan Pemkab Jember terus berjalan baik dalam pembangunan sektor pertanian. Ia mengutip pernyataan Bupati Jember, Muhammad Fawait, M.Sc., bahwa Jember adalah “surganya kopi” karena potensi dan kualitasnya yang unggul. Sigit juga mendorong PP At-Tanwir untuk terus berinovasi serta memanfaatkan bantuan sarpras ini secara optimal demi peningkatan mutu produksi.

 

 

Sementara itu, Kepala Kankemenag Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia atas komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi pesantren. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama selalu terbuka untuk berkolaborasi, termasuk dengan DTPHP Jember, dan menyebut bahwa unit Zakat dan Wakaf (ZAWA) di Kemenag dapat menjadi salah satu pintu penguatan kolaborasi ke depan. Santoso menekankan pentingnya kerja bersama dalam pemberdayaan ekonomi umat, karena tidak satu pun instansi dapat bekerja sendiri dalam memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

 

Deputi Kepala Perwakilan BI Jember, Achmad, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat dan pengasuh pesantren yang hadir. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan mencakup dua jenis sarpras utama dengan nilai lebih dari 100 juta rupiah untuk mendukung pengembangan unit usaha kopi pesantren. Achmad menyampaikan bahwa BI Jember sejak dahulu terlibat dalam penguatan industri kopi, namun dukungan BI tidak hanya terbatas pada kopi, melainkan juga mencakup ketahanan pangan secara umum. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian adalah sektor dominan di Jember, sehingga jika pertanian tumbuh, maka pertumbuhan ekonomi akan mengikutinya. Selain itu, Bank Indonesia tidak hanya bertugas mendorong pertumbuhan, tetapi juga mengendalikan inflasi, salah satunya melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama.

 

 

Achmad juga mengungkapkan bahwa BI sebelumnya sering memberikan bantuan serupa namun tidak banyak dipublikasikan. Mulai tahun ini, BI membuka ruang publikasi dan mengundang berbagai instansi terkait untuk memperkuat kolaborasi, terutama dalam aspek monitoring program. Ia berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat Jember, sekaligus memperkuat kemandirian pesantren.

 

Serah terima bantuan ini menjadi lanbkah sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian Agama, dan Pondok Pesantren At-Tanwir dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren sebagai pilar pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan sarpras yang memadai dan kerja sama lintas sektor yang semakin erat, unit usaha kopi PP At-Tanwir diharapkan mampu tumbuh berkelanjutan, produktif, serta menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren di Kabupaten Jember.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)