
Jember (Humas) --- Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Ahmad Tholabi, M.HI, bertindak atas nama Kepala Kantor Kemenag Jember membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Jember, yang digelar di Aula Kantor Kemenag Jember, Kamis (8/1/2026).
Rakerda yang mengusung tema “Penguatan Harmoni dan Program Keumatan” ini merupakan Rakerda ketiga yang diselenggarakan oleh PD IPARI Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut diikuti oleh 46 orang pengurus PD IPARI Kabupaten Jember, serta dihadiri oleh Penyelenggara Katolik dan Penyelenggara Kristen Kantor Kemenag Jember, sebagai wujud sinergi dan semangat moderasi beragama lintas layanan keagamaan.
Ketua Panitia Penyelenggara, Musrifah, S.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerda bukan sekadar forum rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk menyusun arah gerak IPARI ke depan.
“Melalui Rakerda ini kita akan merumuskan program, memperkuat konsolidasi, serta menyatukan visi IPARI agar semakin berdaya dalam menjawab tantangan zaman. Kami berharap dari forum ini lahir gagasan-gagasan konstruktif dan program kerja keumatan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD IPARI Kabupaten Jember, Cecep Hendrik Adiatna, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial dan membumikan nilai-nilai moderasi beragama.
Menurutnya, IPARI harus mampu beradaptasi dengan dinamika sosial masyarakat serta terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme penyuluh agama.
“IPARI harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat, memperkuat ukhuwah, menjaga harmoni, serta aktif dalam program-program keumatan yang relevan dengan kebutuhan umat,” tegasnya.
Dalam sambutan dan arahannya, Dr. Ahmad Tholabi, M.HI menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerda PD IPARI Kabupaten Jember. Ia menekankan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, penguat harmoni sosial, serta penjaga nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.
“Penyuluh agama tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi jembatan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui Rakerda ini, saya berharap program-program IPARI semakin terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi umat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota IPARI untuk terus bersinergi dengan Kantor Kemenag Jember serta lintas stakeholder dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama, khususnya penguatan moderasi beragama dan layanan keagamaan yang inklusif.
Rakerda PD IPARI Kabupaten Jember diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus menghasilkan rumusan program kerja yang responsif terhadap tantangan zaman serta berkontribusi nyata bagi pembangunan kehidupan keagamaan yang harmonis di Kabupaten Jember.