Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember ikut ambil bagian dalam resepsi puncak peringatan Satu Abad atau 100 Tahun Nahdlatul Ulama yang digelar di Alun-alun Kabupaten Jember, Minggu (1/2/2026). Momentum bersejarah ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-97 Kabupaten Jember, sehingga menghadirkan harmoni antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan.
Kepala Kantor Kemenag Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., hadir langsung bersama para Kepala Seksi dan penyelenggara di lingkungan Kemenag Jember. Turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Syaikhul Hadi, S.Ag., M.Fil.I., serta aparatur sipil negara Kemenag Jember.
Resepsi puncak tersebut menjadi penanda akhir dari rangkaian panjang peringatan satu abad NU yang telah berlangsung sejak Juli 2025. Selama kurang lebih 27 pekan, berbagai kegiatan digelar secara berkelanjutan, mulai dari aktivitas keagamaan, refleksi sosial, hingga kompetisi olahraga antarmajelis wakil cabang NU se-Kabupaten Jember.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Nurul Huda, menegaskan bahwa peringatan satu abad NU bukan sekadar seremoni. Ia menekankan bahwa NU hadir dan tumbuh bersama masyarakat. Bahkan, suasana kebersamaan tampak jelas dalam berbagai kegiatan, termasuk turnamen olahraga yang diikuti lintas unsur dengan penuh keakraban.
Sementara itu, Ketua PCNU Jember, Syaiful Bahri, menyebut peringatan ini sebagai momen langka dan bersejarah. Menurutnya, peringatan 100 tahun NU yang bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Jember menjadi ruang kolaborasi yang menunjukkan keterbukaan NU terhadap berbagai elemen masyarakat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai kesantrian dalam roda pemerintahan. Ia berharap para kiai dan ulama terus memberikan pengawalan moral agar setiap kebijakan tetap sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
Pesan reflektif juga disampaikan Rais Syuriyah PBNU, Muhammad Nuh. Ia mengingatkan bahwa menjadi bagian dari NU merupakan nikmat besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Memasuki abad kedua, NU diharapkan tidak hanya kokoh dalam bidang keagamaan, tetapi juga semakin berperan dalam penguatan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi umat.
Peringatan satu abad NU di Kabupaten Jember pun ditutup dengan semangat optimisme dan estafet generasi, memastikan nilai-nilai perjuangan para pendiri NU terus hidup dan relevan menjawab tantangan zaman.
Kehadiran Kemenag Jember dalam peringatan bersejarah ini menjadi wujud komitmen Kementerian Agama dalam mendukung peran organisasi keagamaan yang telah berkontribusi besar dalam merawat moderasi beragama, memperkuat kerukunan umat, serta membangun bangsa selama satu abad perjalanan NU. Semangat kebersamaan dan khidmat yang terbangun dalam momentum ini diharapkan terus terjaga sebagai fondasi kuat dalam membangun Jember yang religius, harmonis, dan berkemajuan.