
Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kepedulian sosial melalui program KEMAS (Kemenag Menyapa dan Membantu Sesama). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kantor Urusan Agama (KUA) Jombang dan KUA Puger, Jumat (30/10/2026), dengan menyalurkan total 47 paket santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program sosial Kemenag Jember tersebut menyasar para mustahik, termasuk guru dan peserta didik madrasah serta masyarakat di lingkungan KUA. Selain memberikan bantuan, program KEMAS juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Kementerian Agama dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi pelayanan publik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KEMAS merupakan program kepedulian sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Melalui program ini, Kemenag Jember berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan administratif, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat.
Santoso menjelaskan bahwa dalam satu tahun, pelaksanaan program KEMAS diupayakan dapat menjangkau seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemenag Jember untuk memperluas jangkauan kepedulian sosial agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata.
Menurutnya, kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat harus mampu memberikan dampak nyata, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Oleh karena itu, pelaksanaan KEMAS terus didorong melalui kolaborasi antara Kemenag Jember, KUA, madrasah, pengawas, dan berbagai unsur terkait.
Dalam pelaksanaan di Kecamatan Jombang, sebanyak 27 paket santunan disiapkan untuk penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, 20 paket bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Jember yang diperuntukkan bagi penerima manfaat dari lingkungan madrasah, sedangkan tujuh paket lainnya berasal dari kontribusi ASN KUA dan pengawas untuk masyarakat di lingkungan KUA Jombang.
Sementara itu, kegiatan KEMAS di Kecamatan Puger menyalurkan 20 paket santunan yang bersumber dari UPZ Kemenag Jember dan diperuntukkan bagi penerima manfaat dari lingkungan madrasah di Kecamatan Puger.

Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan KUA Jombang yang dipimpin Abdullah serta KUA Puger yang dipimpin Subhan. Sinergi antara KUA, pengawas, dan unsur pendidikan madrasah menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Santoso untuk menyosialisasikan salah satu inovasi pelayanan publik Kemenag Jember, yakni S'GRA NIKAH (Stop Gratifikasi, Sigap Layanan Nikah), yang mengusung semangat Mewujudkan Pelayanan Pernikahan yang Bersih, Transparan, dan Inklusif.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenag Jember dalam memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan pernikahan kepada masyarakat. Melalui S'GRA NIKAH, masyarakat diajak untuk bersama-sama mendukung pelayanan nikah yang bebas dari praktik gratifikasi, sekaligus mendorong pelayanan yang responsif, transparan, dan dapat diakses secara inklusif.
Sosialisasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan layanan publik, khususnya pelayanan pernikahan yang menjadi salah satu layanan utama KUA.
Penguatan budaya antigratifikasi tersebut sejalan dengan komitmen Kemenag Jember dalam membangun Zona Integritas serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui perpaduan kegiatan sosial dan sosialisasi inovasi pelayanan, KEMAS diharapkan tidak sekadar menjadi agenda penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi langsung antara Kementerian Agama dan masyarakat.
Dengan semangat kepedulian, kolaborasi, dan peningkatan kualitas pelayanan, Kemenag Jember terus berupaya menghadirkan institusi yang semakin dekat dengan masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta memperkuat kepercayaan publik melalui pelayanan yang bersih, transparan, dan inklusif.